Semua Pasti Akan Musnah !



Dua sisi mata uang yang berbeda,,ada kegelapan dan juga ada terang,,ada yang terlanjur perih,,ada yang penuh dengan suka cita,,bermuara satu dalam kehidupan manusia tapi tak di sangka banyak manusia telah larut dalam setiap peristiwa yang di terimanya,apapun yang kau rasakan  mungkin hanya sebuah kamuflase kehidupan yang mungkin saja nantinya akan hilang dalam waktu sekejap,,lebih cepat dari petir yang bersahutan,lebih cepat dari kedipan dua kelopak matamu,,yang mungkin saja setiap orang yang merasakan,ada perasaan tidak menyangka...

Saat Kematian
Kematian mngkn adalah peristiwa yang tak bisa di hindari,ia akan menjemput saat kita tidak memintanya,,tp kadang juga tdak menjemput saat raga dan batin putus asa,,bahkan kita dapat menjemput lewat proses mematikan diri,sungguh hal yang paling di takuti,,ada dosa yang yg mngkn saja belum terampuni,sehingga berat beban yang terpikul saat ajal telah tiba...nafas yang terhenti membuat semua suasana berubah,,usaha mengumpukan segala jenis harta kekayaan musnah sudah,,keranda yang terbuat dari emas skalipun tak dapat membawamu kedalam suasana alam yang berbeda,,hanya dengan gulungan tanah yang hina,,dan lipatan kain kafan yang murah harganya mengantarmu tiba ke dalam suasana dan alam yang sebenarnya...

Saat Kehidupan
Lalai dengan semua yang di lakukan mungkin akan menjadi sebuah sifat yag teramat sangt ada pada diri manusia,,lalai dengan semuanya,,bahkan dengan segala yang di terimanya,,sedikit rasa syukur namun banyak rasa berharap,,mengharapkan segala kebahagiaan terjadi tapi tak ingin ada cobaan yang menimpanya,,namun mulailah berfikir setiap ada jalan tentunya ada hambatan,kemusnahan sebuah cobaan pasti akan hadir namun melalui proses perjalanan yang harus di lalui,,berfikirlah bukan untuk lari dari setiap persoalan,,namun berfikirlah untuk selalu menghadapinya meskipun berat dan penuh dgn airmata yang terkuras.

Semua pasti musnah
Kebahagiaan yang kau dapatkan akan musnah..
apa yang kau dapatkan pasti akan musnah...
apa yang kau raih pasti akan musnah....
segalanya yang kau dapatkan pasti akan musnah,,,hanya dengan satu peristiwa..yaitu kematian.
jadi untuk apa terlalu berambisi yang berlebihan dalam mencapai sesuatu,,
langakah yang tepat dengan usaha yang maksimal serta mengikuti jalan takdir serta mengikuti arus hidup adalah langakh orang yang bijak..ia senantiasa menerima segala apa yang terjadi dalam hidupnya,,tanpa harus memberontak dan mengucapkan mengapa,,,dan kenapa....ia tetap berusaha dengan keimananya dan dengan keyakinan yang kuat ia mampu bersabar dan bertawakal...
mulailah berfikir bukan untuk menjadi manusia yang tamak dan serakah dalam menjalani roda hidup ini..
tpi mulailah berfikir akan kemusnahan yang pasti terjadi,,dan usahamu yang ambisi akan MUSNAH pula...

MAMAH !



Mamah, di saat seharusnya kau beristirahat dan menikmati apa yang telah kau usahakan
Petaka itu datang, Ia pergi, meninggalkan tanggung jawabnya mencari kesenangan pribadi
Kau jatuh dan sakit, kutahu itu. Kau perih dan nelangsa aku juga tahu itu.
Namun aku juga tahu, kau wanita yang tegar dan kuat, bak beringin, menjulang dan kokoh bak kelapa.

Kau terima segala beban yang ditinggalkannya
dengan penuh rasa sabar.
Kau tetap usahakan setiap kebutuhan utama
maupun sampingan bagi putra-putramu terpenuhi
Kau usahakan dengan setiap tetes keringatmu dan jerih payahmu.
Kini kau tak muda lagi Mamah, nyeri sendi terus menerus menyerangmu.
Kau mengeluh tentang nyeri sendi,
namun kau tak pernah mengeluh untuk memenuhi kebutuhan anak-anakmu.

Biaya sekolah yang sedemikian mahal, internet bulanan yang selalu menuntut bayaran
Tak kau pedulikan, asalkan putramu dapat berkembang dan maju.

Kini kau tak muda lagi Mamah.
Di saat wanita yang lain sibuk merawat kecantikan
Kau sibuk merawat putra-putramu.
Memberikan nasihat bagaimana tegar menghadapi kejamnya manusia dan kerasnya kehidupan

Bagaikan air yang terus mengalir, demikian pula kasihmu Mamah
Jikalau mereka berkata surga berada di telapak kaki ibu,
maka bagiku kau lah surga itu sendiri
Karena di dadamu aku merasa tenang, dan dalam jiwamu aku merasa terpenuhi.

ika mereka berkata kasih ibu sepanjang jalan,
Maka bagiku kasihmu tak terukur, karena dirimulah kasih itu
Engkaulah perwujudan Rahman dan Rahiim Ilahi di muka bumi

Karena engkaulah seluruh malaikat syurga dan pemikul Arasy Tuhan menitikkan air mata
Karena doamulah seluruh alam bergetar mengalunkan pujian dan rintihan,

Mamah, teruslah hidup, biarkan tanganku yang pernah kau basuh membasuh kakimu,
Biarkan bibir yang dulu kau suapi, mencium lututmu
Dan biarkan mata yang dulu kau urapi menangis karena tak dapat membayar semua kasihmu.

Mamah, walaupun seisi dunia ini kuboyong ke hadapanmu, tiada sedikitpun dapat membayar kasihmu yang kau limpahkan untuk merawat diriku ini.
Maka, biarkanlah aku memohon Kepada pemilik seluruh jiwa kita,

Wahai Ilahi Rabbi penjaga setiap makhluk,
Jagalah Mamah
Sebagaimana ia menjagaku
Sewaktu kecil, hingga besar kini
Wahai Ilahi Rabbi Maha pemberi kasih Pelimpah Sayang
Kasihi dan sayangi Mamah
Sebagaimana ia mengasihiku
Dikala aku lemah hingga aku kuat kini
Wahai Ilahi Rabbi pemilik segenap Jiwa,
Jikalau nanti sudah waktunya Mamah, engkau panggil kembali ke hadiratmu,
Maka kumohon panggillah ia dengan kata-kata,
Wahai Jiwa yang tenang,
kembalilah kepada pemilikmu,
dengan hati yang lapang penuh sukacita serta rasa ikhlas dan ridha,
dan berjalanlah bersama mereka yang aku kasihi,
dan nikmatilah kasih sayangku yang abadi.

Untuk AYAH



bilamana aku dapat bermimpi berjumpa dengan ayah
akan kubawakan sebidang tanah penuh bunga
kuajak ia berjalan dalam hamparan flamboyan
lalu dari atas dahan kuperintahkan seribu burung
beryanyi tentang embun dan sinar mentari


bilamana ayah bersedih,akan kuhibur ia sambil
melihat lucunya kumbang cumbui kembang ditaman
lalu kubiarkan seribu kupu-kupu berterbangan
diatas rambutnya yang bermahkota pelangi


bilamana ayah letih,kan kukumpulkan butiran embun
dari pucuk-pucuk daun,,,
dan kutaburkan pada tiap langkahnya
agar ayah merasa sejuk,,

lalu kubawa ayah menanam
masa depanku dalam warna bunga
agar ayah bangga anaknya lahir dinegeri daun
yang hijau penuh kicau


bilamana nanti ayah tertidur
kan kupagari ia dengan kemilau doa
dan kuajak burung-burung menjaganya
dari gemuruh dunia luar


bilamana ayah bertanya mengapa aku mengirim keindahan
hanya dalam mimpi,akan kukatakan pada ayah
bahwa hanya lewat mimpi anaknya bisa memberikan
kebahagiaan,,


karena dinegeri yang kini hilang wangi,
telah tumbuh pohon-pohon berakar besi,kembang plastik,binatang yang di mumikan serta gemuruh pabrik yang
memproduksi polusi,,, biar ayah tahu
negeri yang subur telah hilang dalam peta….

Untukmu IBU



Lekang waktu tak dapat menhapus sayangmu padaku ..
sebagai anakmu yang kau cinta ..
dan sebagai putramu yang kau damba ...
segalanya kau serahkan dengan peluh yang membasahi dan air mata yang mengiringi tangis usahamu ..

rela mencari apapun demi membuatku tersenyum ..
Bunda, menjadikanku anak yang kuat dalam setiap cobaan hidup ..
mengajariku segala bentuk kesederhanaan kehidupan,
mengajariku makna cinta yang begitu dalam.
Sesaat semuanya perih dan terluka hati karena hdup yang tidak bersahabat,
kau mencoba kuat sekuat karang di lautan,
walaupun kadang kau menangis dalam hatimu merasakan dan menjerit karena memang kau adalah seorang wanita.


Bersinarlah dalam setiap kumpulan mutiara yang bersinar,
kau tampil dengan sosok bersahajamu menjadikan sebuah kekuatan hdupku untuk selalu membuatmu tersenyum walaupun dengan raga yang tak berdaya,
langakh tertatih dan langkah yang penuh tanda tanya akan ku usahakan dengan taruhan nyawa,
kelak kau tersenyum dan menangis karena bahagia..
Bunda, Kekuatanku hanya berasal dari bagaimana kau berbicara,
dengan segala dan ucap kata kata,
kau membuatku kuat dalam jiwa dan raga yang penuh akan problematika,
menunjukan sosok terbaik untuk putramu,
menyayangi dengan tidak mengharapkan akan adanya pembalasan,
tulus ikhlas mencari kebahagiaan,
kadang kau berlinang air mata,
bibir manismu seraya tersenyum dan menguatkan diri,
namun ku pahami segala bentuk suasana hatimu bunda,
Namun apa daya Tanganku belum dapat melakukan apa apa....

Sebuah kata tak bermakna,
kucoba torehkan dalam relung hati yang tanpa suasana,
dengan mengingat sosok wajahmu,
menguraikan sedikit kata demi kata yang mampu membuktikan adanya kasih sayangmu yang begitu besar pada putramu yang nakal.

Aku telah menjadi dewasa..
saat semuanya telah masuk dalam hidup yang penuh liku-liku..
aku masih mengingat segala bentuk kata-kata yang kau ucapkan,
jelas terdengar dan pasti ku amalkan.
Dengan makna hdup yang kau ajarkan padaku Bunda..
Semua ini akan kujalankan..
Maafkan jika Putramu Nakal dalam menjalankan nasihatmu...

RENUNGKAN !!!




RENUNGKAN  !!

di saat mataku tak lagi terbuka..
di saat nafas ku tak lagi berhembus..
dan ketika sang fajar tak lagi pernah mau menghilang..
ketika sang malam pun tak pernah kunjung datang..

engkaulah yang maha kuasa..
membuatku bernafas di dunia...
memberikan diriku segala berkah dan nikmat yang tak pernah sirna..

ya Tuhan..
aku tahu aku ini tak pantas untuk menyebut namamu..
aku tahu aku tak pantas menerima segala kebaikanmu..

ya Tuhan...
aku..aku adalah hina..
yang selalu lupakan namamu saat ku bahagia..
dan hanya menyebutmu saat ku terluka...

sungguh kini ku sadar...
mengapa engkau murka terhadapku..
karena semua yang kau berikan padaku..
hanya bisa ku hancurkan dan tak pernah ku mau mensyukuri..

ya Tuhanku..
dan bila kau berkehendak untuk membuat sirna semua ini..
dan membuat semua yang ada menjadi tiada..
maka saat itu semua memang benar terjadi..
ku mohon padamu...
izinkanlah ku menyebut namamu...
dan bertaubat kepadamu...

ku buka mata ini tanpa tahu arti kehidupan..
ku pijakan kaki ini tanpa tahu arah tujuan..
ku jalani hidup ini tanpa tahu arti kesalahan..

tiap nafas yang ku hembuskan selama ini...
ku habiskan dalam dosa dan kesesatan..
tiap hari yang ku lalui..
penuh dengan rasa iri tanpa kedamaian..

apakah yang ku lakukan ini benar??
sungguh tidak ada yang mengetahui..
apakah benar itu memang benar atau salah..

sering ku merasa dunia ini ada tanpa arti..
walaupun ku merasa sedih dan bahagia..
meski jutaan tetes air mata ku jatuhkan di dunia ini..
ku tetap merasa sepi sendiri..
tiada arti..

jika hidup ini memang tak memiliki arti...
apalah gunanya aku hidup selama ini...
hanya menjalani tanpa tujuan dan sebuah arti..

seiring berjalannya usia...
ku tahu saat ku mulai renta..
ku tahu saat ku tak bisa melangkah..
ku tahu ku tak bisa lalui hari yang sama..
dan di saat ku tak berdaya...
aku tahu arti hidup di dunia...
saat ku menutup mata..